Hasil Observasi SD-SMP Lab School FIP UMJ Gelombang 2
March 19, 2022
SD Lab School FIP UMJ Sekolah Berkarakter di Ciputat Tangerang Selatan
March 21, 2022
Show all

KONSEP PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Oleh Nindi Saputri, S.Pd dan Rizka Dwi Lestari, S.Pd

Pendidikan menjadi senjata utama dalam pembangunan peradaban sebuah bangsa. Tanpa pendidikan manusia mendapat pengetahuan untuk membangun peradapan bangsa. Sebab kemajuan sumber daya manusia tergantung pola pendidikan yang tepat sesuai konteks. Pendidikan diperhadapkan dengan sejumlah persoalan baik dari para pendidik maupun peserta didik.

Para pendidik diharapkan untuk mencari metode yang tepat dengan perkembangan zaman sehingga proses pendidikan tidak bersifat monoton dan membosankan. Seperti di situasi pandemi covid 19 ini. Perlu adanya pembaharuan dalam penerapan pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan praktik baik pada siswa. Baik dalam kehidupan bertutur kata, bersikap, bergaul, dan sopan santun lainnya. Hal ini dapat dilakukan dalam proses pembelajaran. Penanaman sikap saling menghargai, menghormati dan saling mengerti dalam pembelajaran dapat memicukepedulian san semangat belajar peserta didik, sehingga mereka merasa percaya diri dalam belajar.

Pembelajaran adalah susatu proses yang akan membawa dampak terberat pada perilaku siswa, sehingga pada zaman digitalisasi guru dituntut untuk dapat lebih kreatif. Dengan teknologi zaman sekarang digitalisasi tentu membawa dampak postif dan negatif bagi peserta didik.  Di masa pandemi ini tentu berbeda daya pikir dan kemauan dalam belajar sekarang sangat jauh berbeda walaupun teknologi sudah canggih.

Karena dampak pandemi kurang lebih dua tahun, siswa kita dimanjakan dengan pembelajaran dari rumah yang mana pelaksanaanya tidak maksimal. Karena tidak semua siswa mengikutinya dengan baik. Pandemi Covid-19 ini sudah mengubah di seluruh dunia termasuk dalam bidang pendidikan. 

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia, virus ini sebenarnya bisa juga menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi di Indonesia. Maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda. Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).Seluruh sekolah mengehentikan pembelajaran tatap muka di sekolah dan diganti dengan konsep model pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau Home Learning (HL). Sekolah-sekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring, dimana membutuhkan media pembelajaran seperti handphone, laptop, atau komputer. Sebagai seorang guru mengajar tatap muka secara langsung di ruang kelas, mau tidak mau harus siap dengan model pembelajaran baru ini. Semua benar-benar untuk mempersiapkan konsep model pembelajaran jarak jauh ini dengan baik. Walalupun pada awalnya canggung dalam menggunakan aplikasi-aplikasi yang banyak sekali seperti Google Classroom, Google Meet dan Zoom Meeting, dan masih banyak aplikasi yang bisa di jadikan sebagai bahan pengajar untuk peserata didik. Ada banyak hal yang dapat saya pelajari melalui model pembelajaran jarak jauh seperti aplikasi yang sudah di sebutkan. Fitur-fitur untuk tatap muka jarak jauh ini sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak diantara orangtua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.

Hal ini menjadi permasalahan yang sangat penting bagi siswa, jam berapa mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan orangtua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran daring.

Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet, apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringan yang tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada siswa yang mengikuti pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya.

Maka guru juga harus siap menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus mampu membuat model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa di sekolahnya. Penggunaan beberapa aplikasi pada pembelajaran daring sangat membantu guru dalam proses pembelajaran ini. Guru harus terbiasa mengajar dengan memanfaatkan media daring kompleks yang harus dikemas dengan efektif, mudah diakses, dan dipahami oleh siswa.

Dengan demikian guru dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Walaupun dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun guru harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan.

Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan WhatsApp Group. Aplikasi WhatsApp cocok digunakan bagi pelajar daring pemula, karena pengoperasiannya sangat simpel dan mudah diakses siswa. Sedangkan bagi pengajar online yang mempunyai semangat yang lebih, bisa menngkatkan kemampuannya dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring.

Kita semua berdoa dan terus bekerja agar pandemi covid-19 ini segera berlalu dan dapat kita atasi bersama. Terima kasih untuk pemerintah Indonesia bersama seluruh masyarakat untuk terus bergerak  mengatasi pandemic covid-19 ini agar kita semua boleh kembali belajar di sekolah dengan semangat yang baru dan cara pandang yang baru. Teruslah berinovasi-maju terus pendidikan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *