{"id":3261,"date":"2018-04-19T06:13:56","date_gmt":"2018-04-19T06:13:56","guid":{"rendered":"http:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/?p=3261"},"modified":"2018-04-23T06:21:56","modified_gmt":"2018-04-23T06:21:56","slug":"jangan-mengeluh-dan-jangan-bohong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/?p=3261","title":{"rendered":"JANGAN MENGELUH DAN JANGAN BOHONG *"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAsaslamualaikum. My name is Vellycy Rohmanita, I come from Indonesia\u201d seorang anak berjilbab memperkenalkan diri saat upacara berlangsung. \u201cBaiklah Velly, dengar-dengar kamu itu penulis terkenal, buku apa saja yang sudah terbit?\u201d Tanya ibu kepala sekolah. \u201cLove My Sister, Say no to bullying, Ammie is my little sister, and Cookies girls\u201d jawab Vellyza santai. \u201cBaiklah, kamu sekarang sedang membuat novel apa?\u201d Tanya ibu kepala sekolah. \u201cSaya membuat novel Velly\u2019s Story\u201d jawabnya lagi. \u201cWaaw Amazing, baiklah kamu masuk kelas V-B ya\u201d bu kepala sekolah mengakhiri obrolan. Upaca bendera selesai dan barisan dibubarkan. SD Diligent School adalah sekolah mahal yang mewah dan terkenal dengan fasilitas yang luar biasa. Hanya anak yang kaya dan berprestasi saja yang masuk sekolah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHalo Vellyza, aku Annly Princsella Queenza, panggil Annly\u201d aku menjabat tangan Velly. \u201cApa? Kamu mau berkenalan denganku? Liat dong siapa kamu dan siapa aku\u201d ujar Velly sombong sambil membuang muka. Aku hanya menunduk. Rupanya Velly sudah tahu bahwa aku adalah anak seorang pak Tomy, tukang kebun rumah Cilla. Cilla adalah anak orang kaya yang rumahnya tak jauh dari gubuk yang ditinggali aku, kakakku, dan kedua orangtua ku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, aku bisa sekolah di SD Diligent \u00a0School karena saat TK aku adalah murid berprestasi sehingga mendapat beasiswa di sekolah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saatnya jam pelajaran Bahasa Arab, pelajaran yang sangat kusuka. Aku menunggu Ustazah Fanny dengan sabar. \u201cAssalamualaikum Friend, hari ini kita akan belajar membaca Al-qur\u2019an, bagi yang sudah bisa langsung berbaris di depan ustazah, dan yang belum bisa tetap duduk di mejanya\u201d ustazah Fanny tersenyum sambil menghitung murid-murid yang bisa membaca Al-qur\u2019an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUstazah, saya tidak ingin ikut pelajaran Bahasa Arab, ustazah tidak bisa memaksaku karena aku seorang penulis dan papaku adalah seorang Jenderal,\u201d ancam Velly sambil mengangkat tangan. Ustazah Fanny hanya tersenyum datar, tak menghiraukan. Velly terlihat sangat kesal karena perkataanya tidak digubris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cVelly, kamu nggak boleh gitu, kalau belum bisa ya belajar kali\u201d celetuk Chacha yang sedang bangkit dari tempat duduknya menghampiri ustazah Fanny. Velly hanya mencibir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah bel pulang berbunyi, aku segera menghampiri kelas 5-A. Aku ingin pulang bersama Nuna. Nuna adalah sahabat pena ku dulu yang pindah dari Indonesia ke Italia. \u201cNuna, pulang bareng yuk\u201d ajakku ramah. \u201dMaafkan aku Annly, aku ada urusan bersama Velly\u201d jawab Nuna sambil menggendong ranselnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku membuntuti Nuna yang berjalan bersama Velly. \u201cKita, foto dulu di depan rumah mewah di dekat rumahku, biar kelihatan rumahku besar gitu lho\u201d seru Velly dengan muka sinis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kami terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah rumah bercat putih berlukis bunga Mawar dan Tulip di dinding pintu masuknya. \u201cNah, ayo rumahku nggak jauh lagi dari sini kok\u201d ujar Velly.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNah kita bikin status Facebook dulu yuk\u201d Velly mengambil hp nya dari tas selempangnya. \u201cHallo, Friend kali ini ada bintang tamu di video kali ini, Nuna Rafanza, model cilik majalah anak, kita akan berjalan menuju rumah Velly yang megah, modern, keren, besar, dan tentunya sangat bagus\u201d seru Velly di depan kamera smartphone nya. \u201cVel, kamu berlebihan banget deh,\u201d tegur Nuna pelan. \u201cMaksudmu terlalu berlebihan karena rumahku kecil dan kumuh?\u201d Velly mulai naik darah. Nuna hanya menghela napas panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNah, sudah sampai kamu mainnya sampei zuhur aja ya\u201d pinta Velly sambil membuka gerbang kayu rumahnya. Rumah Velly bercat kuning susu, pagarnya terbuat dari kayu, di teras tampak tempat duduk bambu berjumlah dua yang panjang, rumahnya bertingkat satu. \u201cVelly kemana saja kau? Ibu cari ke rumah Lula tak ada\u201d omel ibu Velly dengan muka garang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cVelly jemput Nuna dulu bu\u201d jawab Velly pelan, mukanya pucat pasi. \u201cNuna si model anak? Masuk ayo masuk dulu\u201d ibu Velly yang bernama tante Misari mempersilahkan Nuna duduk di bangku bambu. \u201cTante, Nuna boleh main sampai sore?\u201d Tanya Nuna sopan. \u201cTidak, zuhur kamu harus pergi dari sini\u201d tegas tante Misari galak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nuna hanya terdiam. Velly dari tadi membisu. \u201cBaiklah, saya bikinkan es teller ya\u201d tante Misari berjalan masuk kerumah. Velly menunduk. \u201cMaaf ya Nun, kamu nggak boleh main disini sampe sore, aku merasa bersalah\u201d kata Velly pelan namun terdengar jelas di telingaku dan Nuna. Aku memang bersembunyi di semak di depan pagar kayu rumah Velly. Nuna masih terdiam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cVelly masuk nak, Nuna tetap di teras\u201d suara tante Misari memanggil Velly dengan suara keras. Velly berlari masuk kedalam. \u201cHari ini kita akan mendapat banyak uang hasil copet bapak dan nasi uduk basi ibu laris manis\u201d cerita tante Misari senang. Velly masih terdiam. \u201cKenapa? Kamu nggak seneng? Kurang apalagi hah!\u201d ibu Velly terlihat marah besar. Velly menangis lalu segera berlari menuju teras. \u201c Nuna, pergi Nuna sebelum kamu disakiti ibuku, pergii\u201d teriak Velly keras. Nuna yang tak mengerti apa-apa langsung berlari meloncati pagar kayu. Aku segera bersembunyi dibalik pohon Rambutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cVelly, apa yang kau lakukan? Kenapa kamu mengusir mangsa kita? Kamu memang tak tahu diuntung\u201d marah tante Misari. \u201cHahaha, ibu mau saja ditipu, aku kan sengaja biar Nuna tuh pergi, tuh bapak sudah datang\u201d Velly menunjuk laki-laki paruh baya yang sedang membawa tas berisi jutaan uang. \u201cBapak pulang..\u201d bapak itu melambaikan tanganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBapak, wah akhirnya pulang juga\u201d sambut ibu Velly. \u201cAyo cepat kita ke ruang tamu\u201d ajak bapak disambut anggukan Velly dan ah ada anak perempuan yang wajahnya mirip dengan Velly. Siapa itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cViclly, cepat bantu adikmu angkat koper-koper pakaian ini\u201d perintah ibu Velly kasar. Viclly dengan sabar mengangkat dua koper yang dibawa bapaknya itu. Ternyata Viclly adalah kembaran Velly. Tetapi, kenapa mukanya sama dengan Velly dan lebih mirip dengan yang di foto di back cover buku?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBu, Velly lapar\u201d rengek Velly. \u201cOk! Minta adikmu masak sup ayam dengan porsi jumbo untuk ibu dan bapak juga\u201d saran ibu Velly. Velly hanya mengangguk dan segera saja dia menghapiri adik kembarnya, Viclly yang sedang mengangkut kardus berisi emas dan aksesoris untuk ketiga prempuan di rumah itu. Dan ada juga berpuluh kotak sepatu untuk anggota keluarga kecil itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDik, tinggalkan itu, masak dulu buat makan malam nanti dibantu kakak\u201d kata Velly sambil menarik tangan Viclly. Viclly hanya pasrah sambil menuruti kemauan kakaknya itu. Viclly memang jago memasak, sedangkan Velly tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHei! Viclly kok masakannya asin banget sih?\u201d bentak bapaknya murka. \u201cLho? Garamnya medium kok pak, Velly, kamu nambahin ya?\u201d tuduh Viclly sambil menunjuk Velly yang sedang menikmati ayam panggang. \u201cEnggak kok,\u201d jawab Velly santai. \u201cBaiklah, sudah sekarang cepat buat karangan untuk Velly untuk diterbitkan\u201d suruh ibunya kasar. Viclly hanya mengangguk menuruti kemauan anggota keluarganya. Aku yang mendengar dan melihatnya sangat tersentuh. Selama ini aku selalu mengeluh dengan hidupku yang miskin dan susah padahal ada yang lebih susah lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku segera pulang. Memori kameraku sudah penuh karena kebanyakan foto yang aku ptret saat kejadian. Saat aku membuka pintu depan, aku disambut oleh nenek dan ibu\u00a0 yang sedang menikmati es buah. \u201cSelamat sore Annly, cepat habiskan es buah ini, ibu yang buat lho\u201d ibu sedikit membusungkan dada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLho, kakek dan bapak mana?\u201d Tanyaku heran. \u201cEem, ke masjid dong\u201d jawab nenek. Aku menepuk dahi. \u201cKamu kenapa kok telat pulang?\u201d Tanya nenek heran. \u201cBegini, tadi Ann buntutin Velly kerumahnya, ternyata blabla..\u201d aku bercertita dengan heboh. \u201cYa ampun jadi yang nulis itu bukan Velly tatapi adik kembarnya, dan rumahnya itu bohong\u201d tukas nenek sebal. Aku mengangguk geram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keesokan harinya\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWaah hebat kamu bisa tahu kalau Velly itu bukan penulis asli\u201d puji Karima salut. \u201cIya kamu memang pinter deh\u201d puji Andi, anak kelas 5-A. Aku hanya tertawa kecil.\u00a0 Aku melirik Velly yang sedang dikerubungi \u00a0ibu kepala sekolah, dan beberapa teman-teman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, intinya sekarang kalian jangan pernah mengeluh dan jangan bohong. Kalian tidak tahu kan kalau masih banyak orang yang susah daripada kita. Dan satu lagi jangan bohong. Bohong tak ada gunanya bagi kita. Sekecil apa pun kebohongan, pasti terbongkar. Ingat itu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>*Penulis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Almira Annalia Hidayat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelas\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 3 SD Lab School FIP UMJ<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cAsaslamualaikum. My name is Vellycy Rohmanita, I come from Indonesia\u201d seorang anak berjilbab memperkenalkan diri saat upacara berlangsung. \u201cBaiklah Velly, dengar-dengar kamu itu penulis terkenal, buku<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3262,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,7,1],"tags":[],"class_list":["post-3261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-sd","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3261"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3275,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3261\/revisions\/3275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/labschoolfipumj.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}